Postingan

Menampilkan postingan dari Februari 22, 2010

Kapankan Maulid Nabi Pertama Kali?

Seputar Sejarah Maulid Adapun orang yang pertama kali mengadakannya adalah Bani Ubaid Al-Qoddakh yang menamai diri mereka dengan “Fatimiyyah”, yang mana mereka adalah dari golongan Syi'ah Rafidhah. Mereka memasuki kota Mesir pada tahun 362 H / 977 M. Dari situlah kemudian tumbuh berkembang perayaan maulid secara umum dan maulid nabi secara khusus. Imam Ahmad bin Ali Al-Miqrizi –ulama ahli tarikh/sejarah- mengatakan dalam kitabnya “Al-Mawaidz wal I’tibar Bidzikri Khutoti wal Atsar” (1/490) : “Para khalifah Fatimiyyah mempunyai perayaan yang bermacam-macam setiap tahunnya. Yaitu perayaan tahun baru, Asyuro’, maulid Nabi, maulid Ali bin Abi Thalib, maulid Hasan dan Husain, maulid Fatimah az-Zahra, dan maulid khalifah. Serta perayaan lainnya seperti perayaan awal bulan Rajab, awal Sya’ban, Nisfu Sya’ban, awal Ramadhan, pertengahan Ramadhan, dan penutupan Ramadhan….” Orang yang pertama kali merayakan hari ulang tahun nabi setelah mereka adalah Raja Mudhafir Abu Sa’ad Kaukaburi pada awal...

Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW

Cinta Sejati Kepada Sang Nabi Shallahu ‘alaihi wa sallam Penulis: Ustadz Abdullah Zaen, Lc. (Mahasiswa S2 Universitas Islam Madinah) disadur oleh Mulyanto HUKUM MENCINTAI NABI SHALALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM Pada suatu hari Umar bin Khattab berkata kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau lebih aku cintai dari segala sesuatu kecuali dari diriku sendiri”. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pun menjawab, “Tidak, demi Alloh, hingga aku lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri”. Maka berkatalah Umar, “Demi Alloh, sekarang engkau lebih aku cintai daripada diriku sendiri!”. (HR. Al-Bukhari) [HR. Al-Bukhari dalam Shahihnya, lihat Fath al-Bari (XI/523) no: 6632] Di lain kesempatan, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan, “Demi Alloh, salah seorang dari kalian tidak akan dianggap beriman hingga diriku lebih dia cintai dari pada orang tua, anaknya dan seluruh manusia”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim) [HR. Al-Bukhari dalam Shahihnya, liha...